Link view...

Admob

Jumat, 03 April 2009

Metode Memahami Islam

Bagikan :
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan kita sebagai manusia yang terlahir dan dibesarkan dalam keadaan Islam. Ini merupakan nikmat besar yang Allah berikan hanya kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Firman Allah:
"Pada hari ini telah Kusempurnakan agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagimu." (Al-Ma'idah:3)
Ibnu Katsir dalam mengomentari ayat ini mengatakan,
bahwa ini (Islam) adalah nikmat terbesar Allah atas umat ini, dimana Allah telah menyempurnakan agama ini bagi mereka. Maka mereka tidak lagi membutuhkan kepada agama selain Islam dan kepada nabi selain Rasulullah. Oleh karena itu Allah telah menjadikan Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan mengutus beliau kepada manusia dan jin. Maka tidak ada lagi penghalalan kecuali yang telah beliau halalkan dan tidak ada lagi pengharaman kecuali atas apa-apa yang telah beliau haramkan dan tidak ada yang merupakan bagian dari agama kecuali dengan apa-apa yang telah beliau syari'atkan. Semua yang beliau sampaikan adalah benar dan tidak ada kedustaan didalamnya sedikitpun.
Dengan ayat ini pula Allah telah menyempurna-kan iman orang mukmin sehingga mereka tidak lagi membutuhkan penambahan ataupun pengurangan terhadap syariat agama ini selamanya. Kalau hal ini benar-benar dipegang oleh seorang muslim, niscaya tidak akan muncul berbagai bid'ah dan perpecahan dalam agama ini yang mengakibatkan kita memahami islam tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki Allah dan Rasulnya.
Selanjutnya akan muncul pertanyaan, bagaimana manhaj (metoda) dalam mempelajari, memahami dan mengamalkan islam secara benar? Jawabannya adalah jika manhaj (metoda) yang kita tempuh sesui degan hal-hal yang akan diterangkan berikut ini:
1. Kitabullah/Al-Qur'anul Karim
Firman Allah:
"Dan Al-Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertaqwalah agar kamu diberi rahmat." (Al-An'am:155).
Sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam:
"Sesugguhnya kutinggalkan bagimu dua perkara, salah satunya adalah kitabullah (Al-Qur'an) yang merupakan tali Allah. Barang siapa mengikutinya maka ia berada diatas hidayah dan barang siapa meninggalkannya berarti ia dalam kesesatan." (HR. Muslim)
2. As-Sunnah yang shahih Rasulullah salallhu 'alaihi wasalam.
Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur'an kita memerlukan Assunnah yang berisi penjelasan terhadap ayat-ayat Al-Qur'an yang masih bersifat global.Allah berfirman:
"Dan kami telah menurunkan kepadamu adz-Dzikr (Al-Qur'an) agar kamu (Muhammad) menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan agar mereka memikirkannya." (An-Nahl:44)
Pada hakikatnya segala
sesuatu yang diucapkan
Rasulullah juga
merupakan wahyu dari
Allah sehingga wajib bagi
kita untuk mentaati
segala perintah beliau
dan menjauhi segala
larangannya.
Mentaati Rasulullah
berarti mentaati Allah.
FirmanNya menyebutkan:
"Barang siapa mentaati
Rasul maka
sesungguhnya ia telah
mentaati
Allah. Dan barang siapa
berpaling (dari ketaatan
itu), maka kami tidak
akan mengutusmu untuk
menjadi pemelihara bagi
mereka." (An-Nisa: 80)
FirmanNya yang lain:
"Apa yang diberikan
Rasul kepadamu maka
terimalah dia. Dan apa
yang
dilarangnya bagimu maka
tinggalkanlah." (Al-hasyr:
7).
3. Atsar (jejak) para
sahabat
Para sahabat adalah
orang-orang yang
mendapat didikan
langsung dari
Rasulullah. Mereka yang
lebih tahu tentang seba-
sebab turunnya ayat,
kepada siapa ayat itu
diturunkan dan
bagaimana tafsiran dari
ayat
ter sebut. Tidak heran
bila Rasulullah
menobatkan mereka
sebagai
generasi terbaik
sebagaimana sabda
beliau:
"Sebaik-baik manusia
adalah generasiku (para
sahabatku)..."(HR.
Al-Bukhari dan Muslim).
Allah juga telah
memberikan
keridhaanNya kepada
mereka, sebagaimana
firmaNya:
"Orang-orang yang
dahulu lagi pertama-
tama masuk Islam dari
kalangan
Muhajirin dan Anshar dan
orang-orang yang
mengikuti mereka dengan
baik, maka Allah ridha
kepada mereka dan
merekapun ridha kepada
Allah,
dan Allah janjikan bagi
mereka Surga-surga
yang mengalir sungai-
sungai
dibawahnya. Mereka
kekal didalamnya selama-
lamanya. Itulah
kemenangan
yang besar." (At-Taubah:
100)
Jika Allah sudah ridha
kepada mereka, pasti
mereka adalah orang-
orang
yang benar-benar
selamat, kita juga harus
mengikuti dalam setiap
sisi
kehidupan kita, baik
dalam akidah, akhlak,
ibadah maupun
muamalah.
Sebagaimana
keselamatan ini juga
dijamin oleh Rasulullah
Shalallahu
'alaihi wasalam dalam
sabdanya:
"Umatku akan berpecah
menjadi 73 golongan.
Semuanya di Neraka
kecuali
satu. Mereka (para
sahabat) bertanya: Siapa
satu golongan itu ya
Rasulullah? Jawab beliau:
Siapa saja yang seperti
keadaanku dan para
sahabatku
pada hari ini."
(Jami'ul Ushul fi Ahadits
Ar-Rasul.
Diriwayatkan imam
Ahmad, At-Tirmidzi dan
lainnya, Al-Hafidz
menggolongkan hadits
hasan).
Beliau juga
memerintahkan:
"Dan barangsiapa yang
hidup diantara kalian
sepeninggalanku, maka ia
akan melihat perselisihan
yang banyak. Maka
wajib bagi kalian untuk
berpegan teguh dengan
sunnahku dan sunnah
khulafaur rasyidin
setelahku. Peganglah
erat-erat dan dan
gigitlah ia dengan gigi
gerahammu."
(Diriwayatkan oleh
Ahmad, abu Daud, At-
Tirmiji dan ibnu
Majah).
4. Atsar (jejak) para
tabi'in dan tabi'ut tabi'in
Tabi'in adalah murid para
sahabat, sedangkan
tabi'ut tabi'in adalah
murid para tabi'in.
Mereka ini bersama para
sahabat dikatakan
sebagai
tiga generasi terbaik.
Sabda beliau:
"Sebaik-baik manusia
adalah generasiku
(sahabatku), kemudian
yang
datang setelah mereka
(tabi'in), kemudian yang
datang setelah mereka
(tabi'ut tabi'in)." (HR. Al-
Bukhari dan Muslim)
Dari apa yang diuraikan
secara ringkas tadi,
akhirnya kita mendapat
jawaban sekaligus solusi
dari pertanyaan: Kenapa
dalam islam terdapat
banyak golongan atau
faham yang masing-
masing mereka mengaku
berpedoman kepada Al-
Qur'an dan As-Sunnah?
Jawabannya adalah:
Karena
masing-masing golongan
memahami Al-Qur'an dan
As-Sunnah dengan hawa
nafsu atau logikanya
atau perasaannya
sendiri-sendiri. Dan solusi
dari
semua ini adalah
mengembalikan lagi
pemahaman Islam kita
pada apa-apa
yang difahami oleh
salafusshalih, yaitu tiga
generasi pertama dari
umat ini sebagaimana
yang tersebut pada
hadits diatas (yaitu
sahabat,
tabi'in, dan tabi'ut
tabi'in). Semoga Allah
senantiasa memudahkan
langkah kita untuk selalu
berdalan diatas jalan
mereka. Amim.

POSTING BERKAITAN

TEMPLATE DESIGN BY
m-template | by:bagas96

1 komentar:

Ayah mengatakan...

Kunjungan balasan...trimsh telah berkunjung diblog Ayah...

Ikhlas dalam menjalani hidup ini dan selalu mengharapkan keridhoan dari Allah SWT....

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya.

Komentar



Pemantau



© 2009-2012 | NGEBLOG DENGAN PONSEL | Template Black mobile V2 | design by bagas96